Kelas :LD66
Dosen :Lim
Hendra (D3735)
Waktu :Selasa,
10 November 2015
Pukul :13.00-15.00
Lokasi :SMP
Negeri 108, Jl. Flamboyan No 53 Kel. Cengkareng Barat, Kec. Cengkareng,
Kota Jakarta Barat
Jumlah siswa :38 anak
Hadir:
Ketua :Mailin
Anggota :1.
Rifan Kalbuadi
2. Biyan R Jazzy
3. Tesalonika Kharisma
Anggota yang tidak hadir: Allam Abyan
Putra, Kenny Viviana, Agatha Nikita Gibrael
Foto Tim :
![]() |
| Biyan R Jazzy, Tesalonika Kharisma, Mailin, Rifan Kalbuadi |
II. Bagian Isi
a. Teori
Autisme
Materi yang
diberikan pada saat sosialisasi adalah pemahaman mengenai autisme. Autisme
merupakan kelainan perkembangan system saraf pada seseorang yang kebanyakan
terjadi karena faktor keturunan. Autis biasanya dapat dideteksi sejak umur 6
bulan. Autisme bukan suatu penyakit yang dapat ditularkan lewat udara, air liur
ataupun darah. Seseorang yang mengalami
autism biasanya sulit untuk bersosialisasi dengan orang disekitarnya karena
kelainan tersebut membuatnya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau
komunikasi yang normal.
Gejala-gejala
autisme adalah terjadinya gangguan terhadap:
§
Interaksi sosial
§ Komunikasi (bahasa dan bicara)
§ Perilaku dan emosi
§ Pola bermain
§ Gangguan motorik dan sensorik
§ Perkembangan terlambat atau tidak normal
Anak
yang mengalami autism biasanya normal pada umur 1 tahun dan 2 tahun dalam
kehidupannya. Sehingga membuat orangtua terlambat dalam menangani gejala
autismenya. Menurut DSM IV, autism dapat
dilihat pada:
A. Interaksi
Sosial (minimal 2):
1. Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak
mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju
2. Kesulitan bermain dengan teman sebaya
3. Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat
4. Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah
B. Komunikasi
Sosial (minimal 1):
1. Tidak/terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non
verbal
2. Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi/inisiasi, egosentris
3. Bahasa aneh & diulang-ulang/stereotip
4. Cara bermain kurang variatif/imajinatif, kurang imitasi
social
C. Imaginasi,
berpikir fleksibel dan bermain imaginatif (minimal
1):
1. Mempertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang sangat
khas dan berlebihan, baik intensitas dan fokusnya
2. Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak
berguna
3. Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang.
Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda
Beberapa
faktor penyebab autism, yaitu:
o Genetic susceptibility – different genes may be responsible
in different families
o Chromosome 7 – speech / language chromosome
o Variety of problems in pregnancy at birth or even after
birth
b. Persiapan
sosialisasi
1 Minggu
sebelum kami menuju ke sekolah SMP Negeri 108 kami mengkoordinasikan dahulu
waktu yang tepat untuk melakukan sosialisasi ini. Agar semua anggota dapat datang
kami sudah memilih waktu yang jatuh pada hari Selasa, 10 November 2015. Semua
sudah mneyetujui hari tersebut. Dalam 1
minggu tersebut kami mempersiapkan materi yang akan di perbincangkan di kelas
dan cara membuat anak-anak tertarik untuk peduli terhadap autism. Tidak mudah
untuk mengajak generasi muda sekarang ini untuk ikut peduli terhadap
acara-acara sosial seperti ini sehingga kamiingin membuat penyampaian yang
menarik bagi mereka. Saat Mailin mencoba datang ke sekolah tersebut ternyata sekolahnya sedang di renovasi dan pindah ke sekolah didekatnya yaitu SMPN 249. Anak-anak yang bersekolah di SMP Negeri 108 menjadi masuk pukl 13.00 setelah anak-anak SMPN 249 pulang sekolah. Lalu Mailin bertemu dengan Bapak Rosyid selaku guru dari SMPN 108 . Mailin meminta izin untuk melakukan kegiatan ini dan diizinkan. Mereka sepakat untuk melakukan kegiatan ini pada hari Selasa, 10 November 2015.
Namun pada hari-H
nya, banyak anggota kelompok yang tidak memberi kabar lagi setelah menyetujui
hari yang sudah dipilih. Allam salah satu kelompok kami dari awal kelas CB
tidak terlihat datang lagi. Lalu Agatha Nikita juga tidak ada kabar lagi
setelah perjanjian waktu tersebut. Sangat disayangkan untuk Kenny Viviana tidak
dapat hadir karena sakit. Walaupun kami
dari jurusan yang sama namun kami memiliki perbedaan kelas sehingga perbedaan
jadwal juga. Untungnya ada 1 hari dimana kami memiliki libur yang sama, yaitu
pada hari selasa. Menurut kami, pembelajaran yang telah kami berikan dalam
kelas adalah mencegah dan juga menasihati anak-anak agar tidak bercanda yang
dapat menyakiti hati orang lain.
Tidaklah baik untuk menggunakkan kata “autis” untuk sebagai bahan
candaan kepada seseorang.
c. Metode
pembelajaran
Kami
menggunakkan cara pembelajaran classroom, dimana hanya berupa kelas-kelas saja
yang kami sosialisasikan mengenai topic ini. Dari pantauan kami hal positifnya
adalah anak-anak yang malu untuk berpendapat dapat memberikan pendapat mereka
lebih leluasa karena ini kelas mereka dan mereka lebih mengenal satu sama lain
dibandingkan digabungkan kelasnya. Hal negatifnya adalah hanya beberapa kelas
saja yang mendapat sosialisasi ini karena tugas kami hanya untuk beberapa kelas
sehingga membuat yang lainnya tidak mendapatkan sosialisasi kami.
III. Bagian Penutup
Kesimpulan:
Dari kegiatan yang sudah kami lakukan , kami menjadi lebih memahami tentang autis tentunya. Saat kita lebih memahami lebih baik lagi jika kita juga mengajak orang-orang diluar sana untuk peduli terhadap autisme itu sendiri. Anak sekolah yang merupakan generasi penerus bangsa merupakan trget yang tepat untuk mensosialisasikan tentang autis tersebut. Banyak anak muda yang masih menggunakkan kata "autis"sebagai lelucon atau candaan. Hal yang dilakukan tersebut tidaklah baik karena autis tersebut bisa dijadikan kata hinaan bagi penderita autis ataupun orangtua yang memiliki anak autis tersebut. Yang terakhir juga jika kita terus mensosialisasikan gerakan ini, diskriminasi yang dialami oleh orang-orang tersebut dapat berkurang . Lama kelamaan akan hilang juga. Sikap dan hak kita padahal sama di mata Tuhan.
Semoga dipertemuan selanjutnya kami dapat memeberikan materi yang lebih baik lagi dan mendapatkan anak-anak yang bersedia menjadi duta autis disekolahnya . Terimakasih.
Lampiran
![]() |
| Formulir evaluasi kelompok dan sekolah |
![]() |
| Banner sekolah SMPN 108 |
![]() |
| SMPN 249 sebagai sekolah yang menampung SMP Negeri 108 |
![]() |
| Saat sosialisasi di kelas VIII 1 |
![]() |
| Flyer yang kami bagikan kepada anak-anak |
![]() |
| Saat sosialisasi di kelas VII 2 |










Tidak ada komentar:
Posting Komentar